<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Asriyati Nadjamuddin</title>
	<atom:link href="http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com</link>
	<description>Hidup Bersih adalah Pilihan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Dec 2008 01:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='asriyatinadjamuddin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/5254490c799613960956068594eee840?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Asriyati Nadjamuddin</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Wasiat Rasulullah kepada Aisyah ra.</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/12/24/wasiat-rasulullah-kepada-aisyah-ra/</link>
		<comments>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/12/24/wasiat-rasulullah-kepada-aisyah-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 01:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asriyatinadjamuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Saiyidatuna &#8216;Aisyah r.&#8217;a meriwayatkan : Rasulullah SAW
bersabda :
&#8220;Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah
engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya
engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau
mengingat wasiatku ini&#8230;&#8221;
Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan
seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau.
Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau
(kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.
Diantara sebab-sebabnya ialah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=35&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saiyidatuna &#8216;Aisyah r.&#8217;a meriwayatkan : Rasulullah SAW<br />
bersabda :</p>
<p>&#8220;Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah<br />
engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya<br />
engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau<br />
mengingat wasiatku ini&#8230;&#8221;</p>
<p>Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan<br />
seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau.<br />
Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau<br />
(kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.</p>
<p>Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :<br />
(a) Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan<br />
(kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah<br />
(b) tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila<br />
dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.<br />
(c) mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari<br />
Allah<br />
(d) membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara<br />
yang tidak bermanfaat.</p>
<p>Wahai, Aisyah, ketahuilah :<br />
(a) bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan)<br />
yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan<br />
digugurkan oleh Allah<br />
(b) bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan<br />
lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan<br />
lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.<br />
(c) bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau<br />
menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan<br />
menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.<br />
(d) bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di<br />
tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau<br />
mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada<br />
hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu,<br />
ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.<br />
(e) bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa<br />
untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul<br />
mukanya dengan sembahyangnya.<br />
(f ) bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu<br />
dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek<br />
pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama<br />
dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada<br />
harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;</p>
<p>(g) bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan<br />
semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap<br />
perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.<br />
(h) bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya<br />
pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan<br />
mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala<br />
berjuang fi sabilillah.<br />
(i) bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi<br />
tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala<br />
memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya<br />
setiap kali menyusukan anaknya.<br />
(j) bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari<br />
menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik<br />
darah dalam perjuangan fisabilillah.</p>
Posted in Sejarah Sahabat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=35&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/12/24/wasiat-rasulullah-kepada-aisyah-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c03c585d4fdc7911cec61388c764fb6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asriyatinadjamuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISTI’AB DALAM DAKWAH DAN DA’I</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/09/19/isti%e2%80%99ab-dalam-dakwah-dan-da%e2%80%99i/</link>
		<comments>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/09/19/isti%e2%80%99ab-dalam-dakwah-dan-da%e2%80%99i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 03:19:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asriyatinadjamuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campur Sari]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Meningkatkan Kapasitas Rekruitmen Dakwah
ISTI’AB DALAM DAKWAH DAN DA’I
1. Makna Isti’ab
Isti’ab (daya tampung) adalah kemampuan da’i utk menarik objek dakwah (mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelektual, kejiwaan, status sosial dsb.
Da’i yg sukses adalah da’I yg mampu masuk &#38; dapat mempengaruhi setiap manusia, dengan pemikiran dan dakwahnya, sekalipun kecenderungan, karakter, dan tingkatan mereka beragam. Disamping [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=3&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Meningkatkan Kapasitas Rekruitmen Dakwah</em><br />
ISTI’AB DALAM DAKWAH DAN DA’I</p>
<p>1. Makna Isti’ab<br />
Isti’ab (daya tampung) adalah kemampuan da’i utk menarik objek dakwah (mad’u) dan merekrut mereka dengan segala perbedaan intelektual, kejiwaan, status sosial dsb.<br />
Da’i yg sukses adalah da’I yg mampu masuk &amp; dapat mempengaruhi setiap manusia, dengan pemikiran dan dakwahnya, sekalipun kecenderungan, karakter, dan tingkatan mereka beragam. Disamping mampu menarik sejumlah besar manusia dan mampu menampung mereka baik dalam tataran pemikiran ataupun pergerakan.<br />
Jadi Isti’ab merupakan kemampuan individu, kelayakan akhlak, sifat keimanan, dan karunia Ilahiyah, yg membantu para da’i dan mjdkan mereka poros bagi masyarakat, shg mereka senantiasa berputar dan berkerumun di sekitarnya.<span id="more-3"></span><br />
2. Tingkat Kemampuan dalam Isti’ab<br />
Tingkatan isti’ab seorang da’i berbeda-beda, namun seorang da’i dituntut utk memiliki batas minimal kemampuan isti’ab, agar bisa produktif dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat, bukan mendatangkan kemudhoratan dan tdk mendatangkan manfaat sama sekali, bahkan menjadikan orang-orang disekelilingnya lari.<br />
Tingkatan-tingkatan kemampuan dalam isti’ab disyaratkan oleh sebuah hadits:<br />
”perumpamaan petunjuk dan ilmu yg dengannya Allah mengutusku adalah bagaian hujan yg turun ke bumi. Maka ada bagian bumi yg baik, ia menerima air hujan itu dgn baik lalu menumbuhkan tanaman dan rerumputan yg banyak. Ada jg bagian bumi yg menahan air, lalu Allah memberikan manfaat kpd manusia dgn air yg disimpannya, shg mereka bisa minum dan menyirami tanaman dari air tersebut. Bagian lainnya adalah padang tandus, ia sama sekali tidak bisa menyimpan air dan juga tdk menumbuhkan apa pun. Demikian itu adalah perumpamaan orang yg diberi kepahaman dalam agama, lalu ia dapat memanfaatkan apa yg aku bawa itu, hingga ia senantiasa belajar dan mengajarkan apa yg ia pahami. Dan perumpamaan orang yg sama sekali tidak ambil peduli dan tidak mau menerima petunjuk Allah yg aku sampaikan”. (HR Bukhari Muslim)<br />
3. Isti’ab dan Keberhasilan Dakwah<br />
Tidak akan ada keberhasilan dakwah tanpa kemampuan isti’ab krn keberhasilan ditandai dengan kemampuan da’I utk menarik sebanyak-banyaknya masyarakat kpd Islam &amp; pergerakan yg ada, shg mampu merealisasikan sasaran-sasarannya. Jika dai tidak mempunyai isti’ab maka dakwah akan mandul dan pergerakannya akan terbatas, hingga Allah mendatangkan para da’I dan kader yg sangat berpengaruh dan mampu menarik masyarakat. Atau Allah akan menggantikannya dengan ”daklwah” yg lain yg tidak sama dengannya. Inilah sunnatullah yg akan terus berlaku:<br />
”… dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah”. (QS Al-Ahzab : 62)<br />
”… Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemuui penyimpangan bagi sunnah Allah itu”.. (QS Fathir : 43)<br />
4. Isti’ab Eksternal &amp; Internal<br />
Isti’ab Eksternal adalah penguasaan terhadap orang-orang yg berada di luar dakwah, di luar pergerakan dan diluar organisasi. Atau orang-orang yg belum bergabung.<br />
Isti’ab internal adalah penguasaan terhadap orang-orang yg berada di dalam organisasi, yakni mereka yg telah bergabung ke dalam Jama’ah dan pergerakan. Keberhasilan seorang da’i sangat terkait dengan kemampuan utk menguasai keduanya, krn tdk ada gunanya pengguasaan terhadap masyarakat di luar tanzhim (jamaah) tanpa dibarengi dengan penguasaan terhadap masyarakat yang ada dalam tanzhim.<br />
ISTI’AB EKSTERNAL<br />
Sesuai Al-Qur’an &amp; Sunnah tuntutan yg harus dipenuhi para da’i dalam proses isti’ab dan recruitment diantaranya:<br />
1. Kepahaman tentang agama<br />
”Katakanlah:’adakah sama orang-orang yg mengethaui dengan orang-irang yg tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yg berakalah yg dapat menerima pelajaran” (Az-Zumar : 9)<br />
”Dan orang-orang yg diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yg diturunkan kepadamu dari Rabb-mu itulah yg benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Rabb Yang Maha perkasa lagi Maha Terpuji”. (Saba’ : 6)<br />
”Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syari’at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orangg yg tidak mengetahhui”. (Al-Jatsiyah : 28)<br />
”Wahai manusia sesungguhnya ilmu hanya didapat dengan belajar, sedang pemahaman hanya akan didapat melalui pendalaman (tafaquh), dan barang siapa yg dikehendaki Allah baik maka akan diberi kepamahan dalam agama, sesungguhnya yg takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adalah ulama” (HR Bukhori)<br />
”Apabila Allah menghendaki kebaikkan bagi seorang hamba maka Allah memberinya kepahaman tentang agama dan memberinya ilham kelurusan (HR Thabrani)<br />
”Sesungguhnya perumpamaan para ulama di muka bumi adalah bagaikan bintang-bintang yg dijadikan petunjuk dalam kegelapan daratan dan lautan. Jika bintang-bintang itu padam, maka para penunjuk jalan akan tersesat” (HR Ahmad).<br />
2. Teladan yg baik<br />
Seorang da’i hrs menjadi teladan yang baik bagi masyarakat, agar ia memiliki pengaruh dalam masyarakat, shg mereka bisa direkrut. Krn pengaruh ucapan tidak seefektif pengaruh yg ditimbulkan oleh perbuatan, perbutan zhahir harus sesuai dgn apa yg ada di dalam hatinya.<br />
”Hai orang-orang yg beriman, mengapa kamu mengatakan apa yg tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yg tiada kamu kerjakan” (Ash-Shaf: 2-3)<br />
”Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, pdhal kamu membaca al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Al-Baqarah :44)<br />
”perumpamaan orang yg mengajarkan kebaikan kpd org lain &amp; melupakan dirinya, bagaikan lilin yg menerangi manusia dan membakar dirinya sendiri.” (HR Thabrani)<br />
3. Sabar<br />
Kesabaran dibutuhkan krn manusia memiliki kondisi kejiwaan yg bermacam-macam, memiliki kelebihan &amp; kekurangan yg beragam, memiliki tabiat yg berbeda-beda, &amp; memiliki kepentingan yg berlainan.<br />
”Dan mintalah pertolongan kpd Allah dengan sabar &amp; sholat. Dan sesungguhnya yg demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yg khusyu (Al-Baqarah:45)<br />
QS. Thaha:130<br />
QS. Al-Hajj:34-35<br />
QS. Ali-’Imran:200<br />
QS. Al-Baqarah:153, 155<br />
QS. Az-Zumar:10<br />
QS. As-Sajadah:24<br />
”Tidak ada rezeki Allah yg lebih baik &amp; lebih luas bagi seorang hamba selain dari kesabaran.” (HR Hakim)<br />
”Siapa yg berusaha utk bersabar maka Allah akan mengaruniai kesabaran, dan tidak ada karunia yg lebih baik &amp; lebih luas bagi seseorang selain dari kesabaran (HR. Bukhori –Muslim)<br />
4. Lemah lembut<br />
Dibutuhkan krn masyarakat membenci kekerasan &amp; menjauhi pelakunya.<br />
QS. Ali-Imron : 134,159<br />
QS. Fushshilat:34<br />
QS. Al-Furqon:63<br />
Rasulullah saw, bersabda ”sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal” (HR Bukhori-Muslim)<br />
”Sesungguhnya Allah Maha Lembut &amp; menyukai kelembutan, memberi kpd orang yg lemah lembut apa yg tidak diberikan kpd orang yg kasar dan juga apa yg tidak diberikan kpd yg lain.” (HR Muslim)<br />
5. Memudahkan tidak mempersulit<br />
Manusia memiliki karakter, kemampuan &amp; daya tahan yg berbeda-beda. Apa yg bisa dilakukan seseorang belum tentu bisa dilakukan oleh orang yg lain, krn itu Rasulullah saw bersabda:<br />
”Mudahkanlah &amp; jangan mempersulit, senangkanlah mereka &amp; jangan membuat mereka lari.” (HR. Bukhori –Muslim)<br />
”Berjalanlah dengan menenggang perjalanan yg paling lemah diantara kalian”<br />
6. Tawadhu’ &amp; merendahkan sayap<br />
Dai yg tawadhu bisa hidup &amp; bergaul dengan siapa saja, bisa menerima siapa saja, bisa berbicara kpd stp orang, menziarahi bahkan mencintai semua manusia. Dialah yg melayani masyarakat bukan masyarakat yg melayaninya.<br />
”Tidak akan masuk surga seseorang yg dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan.” (HR Muslim)<br />
”Sesungguhnya orang yg paling aku cintai adalah orang yg paling baik akhlaknya, yg merendahkan sayap, yg mau menghimpun &amp; mau dihimpun..”. (HR Thabrani)<br />
Fenomena kesombongan ini tampak dalam berbagai hal:<br />
- Lebih senang bergaul dengan orang-orang kaya &amp; berpangkat drpd dengan org miskin/orang awam<br />
- Lebih memperhatikan pakaian &amp; penampilam, dan suka meremehkan orang yg terlihat kumal.<br />
- Memilih-milih audien.<br />
- Lebih mementingkan ungkapan yg dibuat-buat<br />
- Merasa takjub dgn ilmu yg dimiliki<br />
7. Murah senyum dan perkataan yg baik<br />
Wajah merupakan cermin yg merefleksikan kejiwaan. Jika wajah seseorang seram maka hal itu merupakan cerminan dari kekasarannya &amp; jika wajah seseorang berseri-seri &amp; murah senyum, maka ini adalah pertanda kebaikannya.<br />
Mengenai ucapan yg baik ini banyak terdapat dlm nash-nash Al-Qur’an:<br />
QS. Al-Isra’: 53<br />
QS. Al-Baqarah:83, 263<br />
QS. Al-Ahzab:70<br />
QS. Al-Hajj:24<br />
QS. An-Nahl:125<br />
QS.Thaha:44<br />
”Janganlah kalian memandang remeh kebaikkan sedikit pun, meski kebaikan itu hanya berupa wajah yg berseri ketika bertemu dengan saudara kalian”. (HR Muslim)<br />
8. Dermawan &amp; berinfaq kpd orang lain<br />
Kedermawanan dengan materi menunjukkan kelapangan jiwa, sebaliknya orang yg kikir menunjukkan kekerdilan jiwanya.<br />
Seorang dai harus menggunakan hartanya sbg sarana agar masyarat yg didakwahi mendapat hidayah, misalnya dengan:<br />
- Islam mewajibkan memuliakan tamu<br />
- Memberi hadiah kpd orang lain termasuk akhlaq Islam yg dianjurkan Nabi saw.<br />
- Berbagai perbuatan mulia yg diperintahkan Allah spt, berinfak kpd fakir miskin, menanggung anak yatim, memeperhatikan hak tetangga dsb yg bertentangan dengan kebakhilan.<br />
Dalam Al-Qur’an &amp; hadits byk nash yg mengecam kebakhilan:<br />
QS. Ali-’Imran:180,17<br />
QS. Al-Hasyr:9<br />
QS. Al-Isra:29,100<br />
QS. Adz-Dzariyat:19<br />
QS. An-Nisa:113<br />
”Tidak ada sesuatu yg dapat menghapus keislaman seperti halnya kekikiran” (HR. Thabrani)<br />
9. Melayani orang lain &amp; membantu keperluan mereka<br />
Seorang dai wajib menerjemahkan pemikiran &amp; konsepnya dalam bentuk tindakan konkret, yaitu dengan turut merasakan problematika umat, &amp; berusaha semaksimal mungkin utk ikut menyelesaikannya.<br />
”Barang siapa yang tidur tanpa peduli terhadap masalah kaum muslimin maka ia tidak termasuk golongan mereka”.<br />
”Amalan yg paling utama adalah menyenangkan seorang mukmin, dengan cara memberi pakaian, makanan, minuman &amp; memenuhi kebutuhannya (HR Thabrani)</p>
Posted in Campur Sari  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=3&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/09/19/isti%e2%80%99ab-dalam-dakwah-dan-da%e2%80%99i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c03c585d4fdc7911cec61388c764fb6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asriyatinadjamuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lirik Nasyid “Izzatul Islam &#8211; Sang Murabbi”</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/06/03/lirik-nasyid-%e2%80%9cizzatul-islam-sang-murabbi%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/06/03/lirik-nasyid-%e2%80%9cizzatul-islam-sang-murabbi%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 03:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asriyatinadjamuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campur Sari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Ribuan langkah kau tapaki
Pelosok negri kau sambangi
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Tanpa kenal lelah jemu
Sampaikan firman Tuhanmu
Terik matahari
Tak surutkan langkahmu
Deru hujan badai
Tak lunturkan azzammu
Raga kan terluka
Tak jerikan nyalimu
Fatamorgana dunia
Tak silaukan pandangmu
Semua makhluk bertasbih
Panjatkan ampun bagimu
Semua makhluk berdoa
Limpahkan rahmat atasmu
Duhai pewaris nabi
Duka fana tak berarti
Surga kekal dan abadi
Balasan ikhlas di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=12&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ribuan langkah kau tapaki<br />
Pelosok negri kau sambangi<br />
Ribuan langkah kau tapaki<br />
Pelosok negri kau sambangi</p>
<p>Tanpa kenal lelah jemu<br />
Sampaikan firman Tuhanmu<br />
Tanpa kenal lelah jemu<br />
Sampaikan firman Tuhanmu</p>
<p>Terik matahari<br />
Tak surutkan langkahmu<br />
Deru hujan badai<br />
Tak lunturkan azzammu</p>
<p>Raga kan terluka<br />
Tak jerikan nyalimu<br />
Fatamorgana dunia<br />
Tak silaukan pandangmu</p>
<p>Semua makhluk bertasbih<br />
Panjatkan ampun bagimu<br />
Semua makhluk berdoa<br />
Limpahkan rahmat atasmu</p>
<p>Duhai pewaris nabi<br />
Duka fana tak berarti<br />
Surga kekal dan abadi<br />
Balasan ikhlas di hati</p>
<p>Cerah hati kami<br />
Kau semai nilai nan suci<br />
Tegak panji Illahi<br />
Bangkit generasi Robbani</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=12&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/06/03/lirik-nasyid-%e2%80%9cizzatul-islam-sang-murabbi%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c03c585d4fdc7911cec61388c764fb6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asriyatinadjamuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refiew film “sang Murabbi”</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/06/03/refiew-film-%e2%80%9csang-murabbi%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/06/03/refiew-film-%e2%80%9csang-murabbi%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 02:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asriyatinadjamuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[sang murabbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah film perjuangan seorang ustad yang rendah hati dan bersahaja. Kesederhanaan adalah hal yang kini mulai banyak hilang di tengah umat
Sebuah film yang bercerita tentang seorang guru bersahaja akan menjadi koleksi tontonan menarik umat Islam Indonesia. Film bertajuk “Sang Murabbi” ini menceritakan kisah seorang “pejuang dakwah” yang dulunya miskin kemudian berubah setelah mendapatkan kelapangan rezeki. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=11&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebuah film perjuangan seorang ustad yang rendah hati dan bersahaja. Kesederhanaan adalah hal yang kini mulai banyak hilang di tengah umat</p>
<p>Sebuah film yang bercerita tentang seorang guru bersahaja akan menjadi koleksi tontonan menarik umat Islam Indonesia. Film bertajuk “Sang Murabbi” ini menceritakan kisah seorang “pejuang dakwah” yang dulunya miskin kemudian berubah setelah mendapatkan kelapangan rezeki. Ia lupa tujuan awal “berdakwah” bukan untuk mencari kehidupan dunia.<span id="more-11"></span></p>
<p>Film yang disutradari oleh Zul Ardhia ini menampilkan bintang Irwan Rinaldi sebagai Ustadz Rahmat,  Ummi Fida (diperankan oleh Astri Ivo) dan didukung beberapa bintang lain; Neno Warisman dan Afwan Izzis.</p>
<p>Syuting film ini dilakukan di beberapa kawasan. Diantaranya di Setu, Jakarta Timur. Menurut situs blog sangmurabbi,  lokasi ini dipilih karena memiliki kemiripan dengan situasi Kuningan, Jakarta Selatan, di era 70-an akhir dan 80-an.</p>
<p>Pengambilan gambar juga dilakukan di lokasi di wilayah lain seperti Kampung Raden, Pondok Gede, dan Pondok Rangon.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, film ini dicuplik dari perjalanan hidup almarhum Ustad Rahmat Abdullah. Almarhum dikenal sebagai seorang ustadz,  “pejuang dakwah” dan guru aktivis PKS.</p>
<p>Ustadz Rahmat Abdullah,  adalah putra Betawi yang lahir di Jakarta pada 3 Juli 1953. Almarhmum meninggal dunia tahun 2005 setelah terkena stroke ketika wudhu untuk mengerjakan sholat Magrib.</p>
<p>Selain dikenal sebagai mentor kader PKS, semasa hidup, almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Syuro DPP PKS. Almarhum juga  sempat menjadi anggota Komisi III DPR RI yang membidangi masalah hukum, HAM dan perundang-undangan.</p>
<p>Sebelum menjadi anggota DPR, almarhum aktif sebagai guru di beberapa sekolah, di antaranya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Huda (1970), SD Islam Tarbitul Aulad (1971-1973), Madrasah Tsanawiyah (Mts) Rumah Pendidikan Islam (1981), Aliyah Pendidikan (1982-1984), pengajar Ma’had Dirasah Islamiyah Iqro (1993-1997) dan pengajar pendidikan Duru TK Islam Terpadu Iqro (1999).</p>
<p>Almarhum juga mendirikan Yayasan Islamic Center Iqro pada 1992. Di tahun 2000, dalam sebuah acara Seminar Nasional bertajuk  “Tarbiyah di Era Baru” di Masjid UI, Kampus UI Depok, ustadz keturunan Betawi itu pernah disebut  sebagai Syaikhut Tarbiyah.</p>
<p>Almarhum dikenal sebagai sosok pejuang da’wah yang sangat aktif memperkaya wawasan keilmuannya. Pendidikan formalnya hanya sampai madrasah aliyah plus setahun kuliah di LIPIA Jakarta. Tapi karena kegigihannya mencari ilmu dari beberapa halaqah, kiai dan kelahapannya membaca kitab, banyak orang mengakui kapasitas keilmuannya tak kalah dari rekan-rekannya yang bergelar doktor. Sejak tahun 1985 ia sudah sering berkunjung ke luar negeri dan keliling Indonesia, memenuhi undangan seminar, mudzakarah du’at, pelatihan kader, tabligh, dan sebagainya.</p>
<p>Selain itu ada satu hal yang tak dimiliki umumnya para dai, bahwa ia adalah rajin menulis.</p>
<p>Dalam sebuah wawancara eklusif dengan Majalah Suara Hidayatullah tahun 2001, almarhum menjawab secara jujur kritikan masyarakat tentang adanya sinyalemen kader-kader Tarbiyah yang cenderung mulai eksklusif.</p>
<p>“Betul, ada kalanya kopral dengan kopral berkelahi, tetapi mayor dan kolonel yang jadi atasannya biasa-biasa saja. Para jenderalnya pun saling ngobrol saja.</p>
<p>Kalau ada yang demikian yang saya lihat, saya mengingatkan kader-kader kita agar tidak boleh begitu. Karena sesungguhnya mereka bisa menjadi orang yang sangat dihargai masyarakat jika menggunakan cara-cara yang lebih santun,” begitu kutipnya.</p>
<p>“Makanya mereka disuruh mengaji ke mana-mana untuk menambah wawasan. Sehingga kalau ada kajian umum mereka datang ramai-ramai untuk memperkaya dari apa yang telah mereka dapatkan dalam kelompok-kelompok kecil itu,” tambahnya.</p>
<p>Itulah rekaman kisah seorang ustad rendah hati nan sederhana meski dipundaknya pernah banyak jabatan dan amanah.</p>
<p>Ada baiknya, masyarakat terutama para santrinya melihat ulang kesederhanaan dan kesahajaan sang guru (murabbi) itu. Menurut situs blog sangmurabbi, Film ini diperkirakan akan dilaunching bulan Juni 2008.</p>
<p>source : hidayatullah.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=11&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/06/03/refiew-film-%e2%80%9csang-murabbi%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c03c585d4fdc7911cec61388c764fb6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asriyatinadjamuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fraksi PKS Kembalikan Uang Gratifikasi Rp2 Milyar</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/04/14/fraksi-pks-kembalikan-uang-gratifikasi-rp2-milyar/</link>
		<comments>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/04/14/fraksi-pks-kembalikan-uang-gratifikasi-rp2-milyar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 08:58:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asriyatinadjamuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campur Sari]]></category>
		<category><![CDATA[2M]]></category>
		<category><![CDATA[anti kosupsi]]></category>
		<category><![CDATA[gratifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai bersih]]></category>
		<category><![CDATA[pengembalian]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[suarasurabaya.net&#124; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI sejak 2005 sampai Januari 2008 sudah mengembalikan uang gratifikasi ke KPK sebesar Rp2 milyar.
Uang gratifikasi yang diserahkan itu terdiri dari Dolar AS, Dolar Singapura dan Rupiah. Demikian disampaikan MAHFUD SIDIK Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jumat (11/04).
Dilaporkan FAIZ FAJARUDIN reporter Suara Surabaya, menurut MAHFUD ini membuktikan kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=8&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>suarasurabaya.net| Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI sejak 2005 sampai Januari 2008 sudah mengembalikan uang gratifikasi ke KPK sebesar Rp2 milyar.</p>
<p>Uang gratifikasi yang diserahkan itu terdiri dari Dolar AS, Dolar Singapura dan Rupiah. Demikian disampaikan MAHFUD SIDIK Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jumat (11/04).</p>
<p>Dilaporkan FAIZ FAJARUDIN reporter Suara Surabaya, menurut MAHFUD ini membuktikan kalau memang ada praktek gratifikasi di DPR yang tidak hanya melibatkan DPR tapi juga eksekutif dan pihak-pihak lain.</p>
<p>Bahkan kata MAHFUD nama-nama anggotanya sempat tercantum padahal prakteknya tidak menerima. Hal inilah yang kemudian membuat PKS menetapkan kebijakan kalau tidak bisa ditolak, diterima saja tapi kemudian diserahkan ke KPK.</p>
<p>MAHMFUD mengaku PKS mempunyai berita acara pengembalian uang gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kalau ada pihak-pihak yang ingin bukti kebenarannya.</p>
<p>MAHFUD mengungkapkan dengan bukti adanya praktek gratifikasi ini harus ada komitmen yang tegas antar eksekutif dan legislatif. Karena prakteknya DPR dalam posisi menerima.(ipg)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=8&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/04/14/fraksi-pks-kembalikan-uang-gratifikasi-rp2-milyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c03c585d4fdc7911cec61388c764fb6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asriyatinadjamuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah Ahmad Heryawan ??!</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/04/14/siapakah-ahmad-heryawan/</link>
		<comments>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/04/14/siapakah-ahmad-heryawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 08:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asriyatinadjamuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sang Pemimpin Belanja Sayur
Thursday, 01 January 2004
Pagi-pagi ba’da shubuh dan bebenah, seperti biasa acara rutin sebagian ibu-ibu adalah belanja. Demikian pula aku. Udara masih dingin kala itu. Kuturuni tangga kontrakanku. Kujumpai sebagian ibu-ibu berjalan menuju titik yang sama, tempat belanja! Tanah kapling di bawah kontrakanku masih banyak yang belum dibangun. Aku berjalan tepat di samping [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=6&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sang Pemimpin Belanja Sayur</p>
<p>Thursday, 01 January 2004<br />
Pagi-pagi ba’da shubuh dan bebenah, seperti biasa acara rutin sebagian ibu-ibu adalah belanja. Demikian pula aku. Udara masih dingin kala itu. Kuturuni tangga kontrakanku. Kujumpai sebagian ibu-ibu berjalan menuju titik yang sama, tempat belanja! Tanah kapling di bawah kontrakanku masih banyak yang belum dibangun. Aku berjalan tepat di samping rumah ustadz Hidayat Nurwahid, Presiden Partai Keadilan. Di Belakang rumah beliau, rumput masih banyak tumbuh dan tanah sedikit berair menyisakan tanda-tanda rawa yang masih belum sepenuhnya teruruk. Aku terus berjalan. Naik beberapa tangga, melalui pintu gerbang SDIT Iqro’ Pondok Gede yang sudah terkuak. Rumah ustadz Rahmad Abdullah yang asri dan sederhana kulewati. Rumah yang tiap dua hari sepekan kusambangi sebab disitulah aku belajar tahsin pada istri beliau. Aku terus berjalan melalui beberapa rumah para aktivis da’wah hingga akhirnya sampailah ke tempat belanjaan.</p>
<p>Belum selesai aku memilih-milih, tiba-tiba muncul laki-laki yang di lingkungan kami sangat dikenal dan tidak asing. Beliau bersama putranya. Kemunculannya tentu sangat tidak diduga. Kami para ibupun mempersilakan beliau untuk mendapat pelayanan terlebih dahulu. Beliaulah satu-satunya laki-laki saat itu. Aku memperhatikannya. Subhanallah, tak ada kecanggungan.</p>
<p>Sesampai di rumah kuceritakan apa yang kulihat pada suamiku, dengan penuh kekaguman.</p>
<p>“Ya, begitulah yang terjadi dalam keluarga beliau. Saling taawun antara suami istri tanpa harus dibatasi oleh pemisahan pekerjaan yang kaku, “komentar suamiku yang berinteraksi cukup intensif.</p>
<p>Esoknya aku menjalani rutinitas yang sama, belanja. Di jalan aku berpapasan dengan laki-laki itu kembali, bersama putranya.</p>
<p>“Belanja ustadz?” Aku sengaja menyapa.</p>
<p>“Iya, istri lagi sakit perut dan khodimah (Pembantu) pulang, Jawab beliau sambil tersenyum.</p>
<p>Aku mengangguk-angguk. Subhanallah, aku jadi teringat Ammar bin Yasir ketika menjabat sebagai gubernur. Beliau kadang belanja di pasar dan mengikat serta memanggul sayuran sendirian. Inilah profil yang perlu di jadikan teladan.</p>
<p>Laki-laki yang saya jumpai itu yang belanja di tukang sayur itu adalah ustadz Ahmad Heriawan, Lc. Beliau adalah ketua Partai Keadilan DKI Jakarta dan anggota DPRD DKI Jakarta. Saya tidak akan terheran-heran jika beliau belanja bersama istri dan anak-anaknya di Supermarket, yang bagi keluarga muda atau keluarga jaman sekarang hal yang biasa dan sangat tidak tabu. Tetapi ini harus berbelanja dan ikut antri dengan para ibu rumah tangga, walau pada akhirnya beliau dipersilahkan untuk dilayani lebih dahulu.</p>
<p>Lagi-lagi dengan takjub saya menceritakan apa yang saya lihat kepada suami saya. Sebagai orang yang intensif bertemu dengan beliau bahkan banyak menimba ilmu kepada beliau, suami saya berkata,</p>
<p>“Ustadz Heriawan memang subhanalloh Dik. Sebagai muridnya, saya merasakan kedekatan. Ketika sholat jama’ah di masjid misalnya, beliau kadang-kadang secara tiba-tiba merangkul saya dari belakang. Saya juga beruntung mempunyai jadwal ronda dengan beliau.”</p>
<p>Ya, suami saya memang beruntung, beliau mendapat jadwal ronda bersama ustadz Ahmad Heriawan dan Ustadz Satori Ismail, sehingga pembicaraan kala ronda adalah pembicaraan-pembicaraan yang bermutu.</p>
<p>Ah… saya jadi menghayal, seandainya negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang berakhlaq mulia, yang mempunyai keharmonisan keluarga, yang dekat dengan anak istrinya, yang mempunyai hubungan baik dengan para tetangga, yang memuliakan wanita dan kaum papa, betapa indahnya dunia. Saya jadi teringat cerita sederhana dari istri beliau.</p>
<p>“Ayahnya Khobab (ustadz Ahmad Heriawan) sangat suka sayur lodeh nangka. Suatu saat beliau meminta saya untuk memasaknya. Begitu tahu bahwa ternyata membuat sayur lodeh nangka itu membutuhkan proses yang begitu lama, beliau pun berkata, “Sudah Bu, Sekali ini saja. Kalau tahu bahwa prosesnya begini lama, ayah tak akan meminta dibikinkan. Dari pada waktu demikian panjang hanya habis untuk bikin sayur, mending buat baca atau untuk mengerjakan yang lain.”</p>
<p>Nampaknya sangat sederhana, namun saya melihat ada satu hal yang luar biasa, tersirat dalam ungkapan itu, pemberian peluang yang luas bagi berkembangnya istri.</p>
<p>Saya memang harus banyak belajar dari keluarga pimpinan saya yang sempat menjadi tetangga saya itu. Yang jika orang-orang terkenal memberikan tariff dalam ceramah-ceramahnya, beliau malah pernah menolak ceramah dengan bayaran cukup lumayan karena harus terikat dengan pola yang diterapkan penyelenggara. Maka jangan heran, jika kita mengundang beliau dan memberikan “amplop” dengan mengatakan uang transport, maka seluruh uang yang ada di dalam amplop itu akan beliau gunakan untuk membayar jasa transportasi, dan tak menyisakan untuk kantong beliau sendiri.</p>
<p>Ah, itukah sibghoh Allah? Sebuah generasi yang dijanjikan oleh Allah dalam surat Al-Maidah : 54 itu semoga kian dekat di sekitar kita, dan semoga memang sidah ada di sekitar kita.</p>
<p>dikutip Dari buku “Bukan di Negeri Dongeng”</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=6&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/04/14/siapakah-ahmad-heryawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c03c585d4fdc7911cec61388c764fb6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asriyatinadjamuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TARJIH -Qadha’ dan Fidyah untuk Hamil dan Murdhi’</title>
		<link>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/03/10/tarjih-qadha%e2%80%99-dan-fidyah-untuk-hamil-dan-murdhi%e2%80%99/</link>
		<comments>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/03/10/tarjih-qadha%e2%80%99-dan-fidyah-untuk-hamil-dan-murdhi%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 09:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asriyatinadjamuddin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Campur Sari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[sumber:http://salafyitb.wordpress.com/2006/12/08/tarjih-qadha-dan-fidyah-untuk-hamil-dan-murdhi/
Penulis : Abu Ishaq Umar Munawwir
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh
Alhamdulillah washsholatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’d:
Saya mencoba menulis apa yang bisa ditulis pagi ini, dalam body message agar tidak terkesan formal. Jadi ya bersabarlah kalu dirasa panjang. Nomor hadits tidak ditulis lengkap dan nukilan yang ada tidak disebut detail di halaman berapa, tapi kalau bukunya insya Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=5&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>sumber:http://salafyitb.wordpress.com/2006/12/08/tarjih-qadha-dan-fidyah-untuk-hamil-dan-murdhi/<br />
Penulis : Abu Ishaq Umar Munawwir</p>
<p>Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh<br />
Alhamdulillah washsholatu wassalamu ‘ala rasulillah, wa ba’d:</p>
<p>Saya mencoba menulis apa yang bisa ditulis pagi ini, dalam body message agar tidak terkesan formal. Jadi ya bersabarlah kalu dirasa panjang. Nomor hadits tidak ditulis lengkap dan nukilan yang ada tidak disebut detail di halaman berapa, tapi kalau bukunya insya Allah disebutlah judul dan penulisnya. Alasan nya, agar ikhwan sekalian meneruskan pembahasan untuk mendapatkan semuanya itu. (Padahal sebenarnya sih karena tidak ingat ….he he he…pokonamah yang terbersit ditulis weh..)</p>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Untuk soal dan contoh kasus insya Allah saya jawab juga di sini kalau waktunya cukup. Kalau tidak ya mungkin agak sorean lah insya Allah, atau habis Jum’atan kalau tidak ada kerjaan.</p>
<p>Sekedar mengingatkan, Ibnu Katsir di Muqaddimah tafsirnya mengatakan bahwa tidak sepantasnya kita menyebutkan ikhtilaf dan aqwal para ulama tapi kita kemudian tidak memberikan tarjihnya.</p>
<p>Jadi, mari kita sama-sama belajar untuk itu. Kalau tidak bisa tarjih, ya cukup katakan menurut yang saya tahu berdasarkan pendapat ulama anu begini jadi kita harus begini. Adapun kalau pendapat lain saya tidak tahu. Cukup tanpa menyebutkan ada A, B, C dst tapi kemudian tidak menyodorkan tarjih atau mana yang <span id="more-5"></span>rajihnya.</p>
<p>Kedua, Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat kerap mengingatkan kita untuk melakukan bahts. Tidak berhenti sampai apa kata Syaikh, namun terus menelusuri apa dibalik itu sehingga Syaikh bisa berkesimpulan seperti itu. Alasannya, jika kita berhenti sampai pada apa kata Syaikh, maka begitu Syaikh meninggal ilmu akan terputus bersamanya dan anak-anak kita hanya akan mewarisi kesimpulannya bukan dasarnya sehinga ketika kelak muncul hal serupa tapi tak sama seiring perkembangan peradaban manusa, kebingungan lah yang ada. Wal ‘iyadzu billah.</p>
<p>Adapun berkenaan dengan mana yang rajih bagi hamil dan murdhi’ apakah (1) qadha atau (2) fidyah atau (3) qadha dan fidyah?</p>
<p>Fabillahi ta’ala nasta’in, Abu Ishaq mengatakan:</p>
<p>Ada ikhtilaf di kalangan para ulama berkenaan dengan permasalahan ini. Pendapat yang mu’tabar terbagi kedalam tiga:</p>
<p>(1) Wanita yang hamil dan murdhi’ (menyusui) boleh tidak berpuasa dan jika demikian mereka wajib qadha saja</p>
<p>(2) Wanita yang hamil dan murdhi’ boleh tidak berpuasa dan jika demikian mereka wajib membayar fidyah saja tanpa qadha</p>
<p>(3) Orang yang hamil dan murdhi’ boleh tidak berpuasa dan jika demikian mereka wajib qadha dan membayar fidyah</p>
<p>Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur’an membawakan hal ini dengan menyebutkan siapa shahabat yang berpendapat demikian. Ali bin Abi Thalib untuk (1), Ibnu Abbas untuk (2) dan Ibnu Umar untuk (3).</p>
<p>Namun demikian, kita tentu harus melihat dan menelusuri kebenarannya berdasarkan riwayat-riwayat yang sampai kepada kita. Apakah memang demikian?</p>
<p>Mari kita mulai pembahasan dari ayat yang ada:</p>
<p>(1) Allah berfirman: “Dan bagi orang yang tidak mampu berpuasa, maka (ia membayar) fidyah (dengan cara) memberi makan orang miskin” (Al-Baqarah: 184)</p>
<p>Pada awal mula diperintahkannya puasa seperti dalam ayat 183-184 ini, orang diberi kebebasan memilih, kalau mau berpuasa silakan kalau tidak berarti harus memberi makan orang miskin sebagai gantinya (lihat Tafsir Ibnu Katsir). Namun demikian, hukum yang terkadung di ayat 184 ini kemudian dimansukh dengan ayat berikutnya (185) yang mengatakan: “Siapapun yang mendapati bulan (Ramadhan) maka ia harus berpuasa.” Silakan lihat penjelasan mansukhnya ayat 184 oleh ayat 185 ini di buku Shifat Shoum Nabi oleh Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilali.</p>
<p>(2) Allah berfirman: “Maka barangsiapa yang sakit atau sedang safar, (dia boleh tidak berpuasa) dan membayarnya di hari yang lain. Allah mengendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.” (Al-Baqarah: 185)</p>
<p>Berdasarkan kedua ayat ini maka disimpulkan bahwa semua kaum muslimin wajib berpuasa, dan keringanan untuk tidak berpuasa hanya berlaku bagi orang yang sakit dan orang yang dalam keadaan safar. Dan sebagai kompensasinya, mereka harus membayarnya di hari lain (qadha’).</p>
<p>Namun kesimpulan ini terlalu dini, karena ada riwayat Abu Dawud dan Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas dan Mu’adz bin Jabbal, bahwa hukum “bagi yang tidak mampu maka (ia membayar) fidyah kepada orang miskin” tetap berlaku, hanya berlakunya itu adalah bagi pria yang sudah tua, wanita yang sudah tua serta wanita hamil dan murdhi’. Kedua riwayat ini shahih adanya.</p>
<p>Dengan demikian, maka kesimpulan lanjutannya adalah:</p>
<p>Semua kaum muslimin yang mendapati bulan ramadhan wajib berpuasa. Kewajiban ini dikecualikan bagi:</p>
<p>- Musafir dan orang sakit, keduanya boleh tidak berpusa tetapi harus menggantinya di lain hari (qadha).</p>
<p>- Orang tua, wanita hamil dan menyusui (murdhi’), mereka boleh tidak berpuasa tetapi harus menggantinya dengan cara memberi makan orang miskin sejumlah harinya (fidyah).</p>
<p>Sampai disini jelas lah permasalahan.</p>
<p>Namun jika demikian kesimpulannya, kenapa ada pendapat yang mengatakan harus qadha -baik menyendiri hanya qadha ataupun dibarengi dengan fidyah- ?</p>
<p>Jawabnya, qadha dan fidyah adalah ibadah, dan al-aslu fil ‘ibadati at-tauqifiyyah. Jadi, mana dalilnya kalu qadho ikut berperan dalam bolehnya wanit hamil dan murdhi untuk tidak berpuasa? Kalau memang ada dalil tentu kita nyatakan demikian, kalau tidak ada dalil berarti kembali pada kesimpulan di atas.</p>
<p>Mereka yang berpendapat qadha sangat bertanggung jawab, apa yang diyakini berpijak pada dalil sebagi berikut:</p>
<p>Hadits riwayat An-Nasa’i dari Anas bin Malik: “Sesungguhnya Allah mengangkat (kewajiban) dari musafir setengah sholat dan dari wanita hamil serta menyusui (kewajiban) puasa.”</p>
<p>Hadits ini shohih adanya. Hadits ini juga merupakan dalil bahwa wanita hamil dan menyusui mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa.</p>
<p>Dari hadits ini, mereka beristidlal bahwa posisi musafir dan wanita hamil serta menyusui ini sama karena adanya dilalah iqtiran di sana yaitu dan . Dengan demikian maka kompensasinya sama yaitu harus mengganti di lain hari karena musafir apabila tidak berpuasa ia harus menggantinya di lain hari (qadha).</p>
<p>Mereka juga menggunakan qiyas dengan orang sakit. Oleh karena orang sakit apabila tidak berpuasa harus menggantinya di lain hari (qadha’), maka demikian juga halnya dengan wanita hamil dan menyusui.</p>
<p>Dengan demikian, jelaslah dalil/alasan pendapat tentang wajibnya qadha’ bagi wanita hamil dan menyusui.</p>
<p>Lalu pendapat ketiga bagaimana, yaitu tentang wajibnya qadha dan fidyah? Ini lebih mudah, mereka mencoba menggabungkan kedua pendapat di atas. Dan ini benar. Dalam arti, ketika kita menjumpai seolah ada beberapa dalil/pendapat yang terkesan bertentangan, solusi pertamanya adalah kita coba thariqatul jam’i, kita coba gabungkan. Kalau ternyata tidak bisa karena memang jelas kontradiksinya dalam kondisi bagaimanapun baru kita lakukan tarjih (adu unggul).</p>
<p>Penggabungan ini dirinci dalam beberapa kondisi. Namun apapun kondisinya itu semuanya berpulang pada benar tidaknya istidlal tentang wajibnya qadha bagi wanita hamil dan menyusui tersebut. Jika benar, maka pendapat penggabungan itu mungkin lebih tepat. Jika ternyata tidak, maka kita kembali ke semula, yaitu hanya fidyah.</p>
<p>Berarti masalahnya, benarkah istidlal mereka yang berpendapat wajibnya qadha?</p>
<p>Jawabnya, dengan istidlal seperti tersebut di atas, maka konsekuensinya mereka harus membuktikan bahwa semua riwayat Abu Dawud, Baihaqy, dan Daruqhutni tentang membayar fidyah itu adalah dho’if / lemah. Kenapa? Karena istidlal ini kontradiksi dengan kedua riwayat itu, yakni dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar. Sekiranya riwayat-riwayat ini memang dho’if, tentu yang rajih adalah pendapat wajibnya qadha, sebab qiyas dengan orang sakit adalah benar dan dilalah iqtiran dengan musafir juga jelas.</p>
<p>Namun ternyata tidak demikian kenyataanya. Semua riwayat itu shahih, dan jelas bertentangan dengan istidlal mereka yang mengatakan wajibnya qadha.</p>
<p>Perincinnya:</p>
<p>(1) Riwayat Abu Dawud dari Ibnu Abbas: “Telah tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa, serta wanita yang hamil dan menyusui jika khawatir keadaan keduanya, untuk berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya”.</p>
<p>(2) Riwayat Ad-Daruquthni dari Ibnu Umar:</p>
<p>“Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak mengqadha”.</p>
<p>“Berbukalah dan berilah makan orang miskin setiap harinya dan tidak perlu mengqadha.”</p>
<p>Dalam jalan lain dikatakan bahwa anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy, dan sedang hamil. Dia merasa kehausan ketika puasa Ramadhan, maka Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi makan seorang miskin.</p>
<p>(3) Riwayat Al-Baihaqi dari Ibnu Umar bahwa beliau ditanya tentang wanita hamil yang khawatir akan kandungannya: “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin.”</p>
<p>Pembahasannya:</p>
<p>Hadits Anas bin Malik tentang diangkatnya kewajiban setengah sholat dari musafir dan kewajiban puasa bagi wanita hamil dan menyusui adalah umum. Perlu perincian dan tafshil. Dan ini dibuktikan dengan adanya hadits yang merinci sholat apa yang diqashar tersebut dan mana yang tidak, tidak bisa berlaku mutlak bahwa semua sholat dipotong setengah. Demikian juga dalam hal pemotongannya, apakah jumlah raka’at atau di rukunnya. Karenanya riwayat perinci harus dibawa kemari.</p>
<p>Demikian juga halnya dengan wanita hamil dan menyusui. Hadits ini menerangkan tentang diangkatnya kewajiban berpuasa dan tidak mutlak dalam arti tidak ada kompensasi. Karenanya hadits Ibnu Umar dan Ibnu Abbas di atas harus dijadikan sebagai bayan/perinci dari hadits Anas bin Malik ini. Dengan demikian, dilalah iqtiran di hadits Anas bin Malik tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menyamakan kompensasi tidak berpuasanya yaitu qadha karena ada riwayat-riwayat yang merinci kompensasi untuk si wanita hamil dan menyusui tersebut.</p>
<p>Dengan demikian, maka jelaslah bahwa pendapat wajibnya qadha dengan istidlal seperti tersebut di atas adalah tidak tepat, kecuali –sekali lagi kecuali- kalau riwayat-riwayat perinci tersebut tidak shohih alias dho’if.</p>
<p>Adapun qiyas dengan orang sakit, tidak bisa dilakukan karena telah datang riwayat yang jelas dan menerangkan tentang kedudukan dan kondisi wanita hamil dan menyusui ini. Sekali lagi juga, jika semua riwayat itu dlo’if tentu qiyas ini benar adanya. Dan segera kita katakan bahwa yang wajib adalah qadha’.</p>
<p>Dengan demikian, tampaklah cahaya terang bagi kita dan jernihlah segala kekeruhan yang ada, walhamdulillah, bahwa yang rajih berdasarkan dalil-dalil yang ada adalah bagi wanita hamil dan menyusui diberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan mereka harus menggantinya dengan membayar fidyah kepada orang miskin sejumlah hari di mana mereka tidak berpuasa. Tidak ada kewajiban qadha’ bagi mereka karena tidak ada dalil yang mendasarinya.</p>
<p>Hadits Ibnu Umar di atas juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan apakah wanita hamil berbuka karena khawatir terhadap dirinya atau anaknya atau keduanya, semuanya sama cukup dengan membayar fidyah.</p>
<p>Wallahu ta’ala a’lam</p>
<p>Petamburan, 28 Sya’ban 1427</p>
<p>Abu Ishaq As-Sundawy</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asriyatinadjamuddin.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asriyatinadjamuddin.wordpress.com&blog=2072252&post=5&subd=asriyatinadjamuddin&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asriyatinadjamuddin.wordpress.com/2008/03/10/tarjih-qadha%e2%80%99-dan-fidyah-untuk-hamil-dan-murdhi%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c03c585d4fdc7911cec61388c764fb6a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asriyatinadjamuddin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>